Rencana pelelangan berbasis internet, atau yang lebih dikenalkan dengan istilah E-procurement, sebenarnya sudah bukan barang baru di dunia pengadaan barang/jasa, utamanya dunia jasa pelaksana konstruksi. Tahun 2006 bahkan sebelumnya, sistem pelelangan ini sudah dipergunakan sebagai pilihan penyedia jasa untuk melelangkan paket-paket pekerjaan.

Penggunaan internet sebagai bagian dari pelayanan masyarakat berbasis internet atau istilah kerennya disebut e-goverment bertujuan untuk membawa sistem pelelangan menjadi lebih efisien, transparan dan akuntabel yang merupakan salah keunggulan dari E-procurement. Perubahan dari pelelangan system konvensional sekarang ke e-procurement ini diharapkan mampu memenuhi tuntutan dan semangat mencipyakan tuntutan good governance dan good government. Muaranya dari iplementasi sistem pelelangan berbasis internet adalah harapan terpenuhinya keadilan masyarakat sebagai subyek negeri ini.

Bagi masyarakat dunia konstruksi di Kebumen, sistem lelang berbasis teknologi IT mulai disosialisasikan sejak tahun 2006. Salah satu yang telah dilakukan sebagai persiapan menjelang pemberlakuan sistem ini adalah melakukan studi banding mengenai apa dan bagaimana E-proc ke Pemkot Surabaya, salah satu Pemkot yang sudah menerapkan system ini dalam pengadaan barang dan jasa. Penyedia jasa pelaksana konstruksi yang diwakili H. Dirgoyuswo sebagai utusan GAPENSI juga berkesempatan ikut bersama rombongan Pemkab Kabupaten Kebumen dalam studi banding itu. Bahkan sekretaris GAPENSI H. Arie Moeliono pernah menjadi narasumber mengenai e-proc pada acara Selamat Pagi Bupati yang disiarkan langsung di Ratih TV.

Di Kebumen, konon, E-procurement akan mulai dipakai untuk pelelangan di Dinas KIMPRASDA pada pengadaan barang/jasa tahun depan. Jika itu benar, maka harusnya mulai sekarang dunia pelaksana konstruksi bersiap dan bukan masanya lagi hanya memperdebatkan sudah layak dan siapkah kita dengan penerapan sistem itu. Di jaman ini, ketika kemajuan teknologi media begitu pesat, di Jepang sana bahkan sudah muncul wacana akan meninggalkan internet dan berganti teknologi cyber yang lebih canggih, mungkin alangkah lebih baiknya kita tak lagi berdebat layak dan siap.

Persoalan di Indonesia menurut saya mungkin lebih pada faktor Sumber Daya Manusia, dimana sikap mental dalam mendukung tujuan penggunaan sistem ini yang harus diperbaiki.

Lantas, bagaimana sebaiknya kita mempersiapkan diri dengan menghadapi e-procurement? Tak ada pilihan lain kecuali kita berusaha mengenalkan diri dengan teknologi IT, yang dalam hal ini kita hanya butuh 2 komponen : HARDWARE DAN SOFTWARE.
Hardware adalah komponen teknologi komputer yang mendukung teknologi internet, yaitu perangkat komputer yang dilengkapi dengan modem dan perangkat untuk menghubungkan ke internet providernya, sedangkan Software adalah program dan operator yang mampu untuk mengoperasikan program itu.

Kelihatannya memang sangat sederhana, tetapi karena IT masih sebagai barang baru, maka butuh kesiapan untuk menerima dan menggunakannya dalam lingkungan budaya lama kita, dan selma kita sunguh-sungguh mempersiapkan diri, mudah-mudahan itu hanya masalah waktu.

Sebagai sesuatu yang sama sekali baru, maka demi suskes dalam hal pelaksanaan diperlukan pemahaman dan kemampuan yang memadai baik oleh penyedia maupun pengguna jasa. Dan dalam hal ini, sebenarnya merupakan tugas dari pemerintah untuk secara terpadu memberikan sosialisasi kepada penyedia jasa. [..semoga].

Disamping harapan kepada pemerintah, dalam beberapa kesempatan, dalam internal GAPENSI sudah beberapa kali permasalahan e-proc ini di bahas. Intinya, sebagai sebuah konskuensi perubahan, anggota GAPENSI harus dipersiapkan dan menyiapkan menghadapi sistem pelelangan mengguanakan internet ini. Dalam rapat pengurus bulan Mei, tahun ini diagendakan sebuah sosialisasi dan sekaligus pelatihan kepada anggota mengenai E-procurement yang diharapkan akan membantu kesiapan anggotanya.
Pada akhirnya, sebagai sebuah konskuensi profesionalitas, jika memang sistem E-procuement ini diberlakukan, tak ada pilihan lain kecuali kita harus siap menghadapinya.

Selanjutnya, mengenai apa dan bagaimana e-procurement akan kami bahas pada artikel lain..

About Suhar

NAUFAL FIKRI, nama asli pemberian orang tuaku. Aku lahir di Kebumen, dari ibuku yang asli kampung Bojong Panjer Kebumen. Bapakku asli wong ndeso dari kampung Bulugantung, Peniron, Kebumen. Perpaduan asal Bapak Ibuku mudah-mudahan bisa membawa aku menjadi pribadi yang bisa memadukan nilai-nilai positif dari kota dan desa. Sederhana, jujur dan berwawasan.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s