Ditulis oleh : H. DIRGOYUSWO

Sudah menjadi trend bahwa di setiap pelelangan pekerjaan terjadi tindakan premanisme. Ini sebuah tragedi di dunia Jasa Konstruksi di tanah air, karena tindakan semacam ini terjadi di semua wilayah negeri ini.

Memang premanisme di tanah air ini sudah merebak di hampir semua sektor dan sendi kehidupan negeri ini. Bahkan di lembaga yang paling terhormat sekalipun, tindakan premanisme ternyata juga merebak.

Ini salah satu faktor yang menyebabkan bangsa ini semakin terpuruk. Apalagi di dunia Jasa Konstruksi, di mana persaingan global semakin menuntut para pelaku penyedia jasa untuk semakin profesional, justru para kontraktor kita cenderung mengasah diri bermain premanisme. Tindakan itu jelas membuktikan ketidak-mampuan kontraktor kita untuk bersaing secara profesional.

Memang kesalahan tidak sepenuhnya berasal dari para kontraktor itu. Karena sesungguhnya mereka adalah sub sistem dari sistem penyelenggaraan negara dan pemerintahan negeri ini. Dengan kata lain bila good governance belum jalan, maka good corporate governance juga sulit terwujud.

Lalu apa yang mesti dilakukan untuk memperbaiki keadaan ini?

Yang pertama dan utama pasti, pemerintah dan semua komponen bangsa harus mempunyai komitmen kuat untuk sungguh-sungguh dan konsisten mewujudkan prinsip good governance dan penegakan hukum.
Pemerintah juga harus konsisten melakukan pembinaan kepada dunia jasa konstruksi seperti yang diamanatkan Undang-Undang. Pembinaan adalah menyangkut regulasi, monitoring dan penegakan hukum. Perlu pula dirumuskan regulasi dan kebijakan yang mendorong suasana dan iklim usaha yang kondusif.

Kontraktor kecil jelas sangat membutuhkan proteksi dan pembinaan pemerintah, namun yang bersifat mendorong peningkatan profesionalisme mereka. Bukan proteksi yang justru menina-bobokan mereka untuk tidak berupaya meningkatkan kesiapan mereka untuk menghadapi persaingan yang profesional.

Sering pula terjadi, bahwa sejak jaman orde baru hingga orde reformasi ini, kebijakan dan perlakuan terhadap jasa konstruksi terkontaminasi oleh kepentingan politik para penguasa. Ini juga menyebabkan kondisi buruk iklim usaha.

Tidak kalah pentingnya juga upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi para pengguna jasa konstruksi. Sebab pada kenyataannya sering terbukti bahwa pemahaman mereka di bidang jasa konstruksi sangat minim, terutama di instansi non teknis.

About Suhar

NAUFAL FIKRI, nama asli pemberian orang tuaku. Aku lahir di Kebumen, dari ibuku yang asli kampung Bojong Panjer Kebumen. Bapakku asli wong ndeso dari kampung Bulugantung, Peniron, Kebumen. Perpaduan asal Bapak Ibuku mudah-mudahan bisa membawa aku menjadi pribadi yang bisa memadukan nilai-nilai positif dari kota dan desa. Sederhana, jujur dan berwawasan.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s