Anggota GAPENSI kebanyakan masih terjebak pada pola pikir paradigma lama, bahwa menjadi pengurus GAPENSI identik dengan memegang kekuasaan.
Asosiasi GAPENSI sekarang telah sama sekali berubah. Kalau dulu, GAPENSI bisa dimanfaatkan atau dimanipulasi pengurusnya untuk mendapatkan proyek. Sekarang hal itu sama sekali tidak mungkin lagi, karena aturan perundang-undangannya telah berubah dan suasananyapun telah berbeda.

Di tingkat lokal, peran dan fungsi yang bisa dimainkan oleh GAPENSI, praktis hanya ada 2 hal, yaitu:

  1. Yang pertama, adalah tugas pelayanan kepada anggota; antara lain tentang Her-registrasi, Sertifikasi serta pelayanan untuk meningkatkan profesionalisme anggota. Hal ini sangat tergantung pada komitmen para pengurusnya untuk sungguh-sungguh bekerja menangani tugas-tugas pelayanan itu.

    Kalaupun para anggota menghendaki ada pelaksanaan lelang yang kondusif dan merata (yang sekarang ini semakin sulit karena semakin sedikitnya kue proyek pemerintah dan semakin banyaknya pemborong), hal itu tidak bisa dilakukan semata-mata oleh GAPENSI. Karena sekarang ada asosiasi lain, serta peserta lelang tidak hanya rekanan setempat. Sehingga hal ini memerlukan komitmen dan kemampuan para pengurus utk. bisa menjalin komunikasi dengan semua rekanan, pengurus GAPENSI/asosiasi lain di luar Kabupaten Kebumen, serta para aparat hukum.

  2. Yang kedua adalah menjadi polisi atau pengawas bagi pelaksanaan semua aturan perundang-undangan yang berkaitan dengan jasa konstruksi. Hal ini tergantung pada pemahaman dan penguasaan para pengurus terhadap semua aturan perundang-undangan tersebut.

Jadi hanya ada dua tugas pokok itu, pelayanan dan pengawasan.

Oleh karenanya, yang diperlukan sebetulnya adalah orang-orang yang mampu dan kober, untuk bisa diserahi tugas-tugas pelayanan dan pengawasan itu. Bukan orang yang ingin numpang keren jadi pengurus, apalagi yang cuma mementingkan keuntungan dirinya sendiri.

Selanjutnya berbicara soal profesionalisme, adalah sebuah keniscayaan. Profesionalisme dan akuntabilitas adalah aspek yang selalu dituntut dalam setiap proses pekerjaan.
Oleh karena itu peningkatan profesionalisme harus selalu menjadi sasaran dan program pokok kepengurusan.
Sebab tanpa berupaya untuk meningkatkan profesionalismenya, maka kontraktor pasti akan mengalami proses seleksi alamiah, yang pasti akan menggusur eksistensinya sebagai Kontraktor.

Hal yang sangat perlu juga kita lakukan secara organisatoris, adalah upaya advokasi bagi para anggota yang menemui kendala pelaksanaan pekerjaan. Selama ini beberapa anggota telah menemui kendala dalam setiap proses pekerjaannya. Mulai proses pelelangan sampai ke masalah pelaksanaan.
Untuk itu secara organisasi, perlu dilakukan upaya advokasi dalam rangka membantu kesulitan para anggota tersebut.

Iklim usaha yang kondusif adalah dambaan semua pihak. Sebuah usaha akan terasa nyaman kita lakukan, apabila semua prospeknya bisa kita prediksikan (predictable). Kondisi itu akan terpenuhi apabila aturan mainnya jelas, pelaksanaan aturannya konsekwen dilaksanakan oleh semua pihak terkait.

Untuk itu perlu upaya terus menerus untuk berdialog. Mengingatkan kepada pihak pemerintah/pengguna jasa, agar selalu konsisten dan konsekuen melaksanakan seluruh aturan perundang-undangan yang berlaku di dunia jasa konstruksi.
Sebab selama ini kita melihat, bahwa di kalangan pemerintahanpun, masih sangat lemah dalam pemahaman dan penerapan semua aturan perundang-undangan tentang jasa konstruksi.

Semua upaya itu setidaknya memerlukan 2 prasyarat, yaitu :

Yang pertama : dukungan seluruh anggota.
Oleh karenanya kebersamaan seluruh anggota perlu ditumbuhkan, agar semua program dan langkah-langkah yang dicanangkan oleh pengurus bisa berjalan efektif.
Hal ini harus dimulai dari susunan kepengurusan hendaknya akomodatif terhadap seluruh unsur potensi yang ada. Jangan lagi ada orang yang berteriak di luar kepengurusan, apalagi di luar organisasi. Jika itu yang terjadi, akan kontra produktif.

Yang kedua : adalah perlunya dibangun hubungan yang harmonis antara Penyedia Jasa di satu sisi dengan Pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah di sisi yang lain.
Akan sangat naif, apabila para rekanan masih berharap pekerjaan dari Pemerintah, tetapi mereka bersikap konfrontatif terus menerus dengan Pemerintah Daerah. Hal itu pasti akan sangat mempengaruhi prospek pekerjaan mereka.
Upaya yang bersifat dialogis persuasif, harus terus menerus dilakukan, agar para Pengguna Jasa semakin memahami semua aturan perundang-undangan yang berlaku di dunia jasa konstruksi dan tidak lagi mengabaikan, atau bahkan mengkhianatinya.

Tidak kalah pentingnya dalam era sekarang ini, dimana upaya penegakan hukum semakin gencar; perlunya dibangun hubungan yang saling memahami dengan aparat penegak hukum. Agar kontraktor tidak menjadi korban obok-obok.
Juga harus dihentikan tindakan saling melaporkan di antara para penyedia jasa sendiri. Ini juga akan menjadikan suasana selalu runyam.

Pada sisi yang sama, hubungan harmonis antara para penyedia jasa sendiri harus terjalin. Tidak hanya antar anggota GAPENSI saja, tetapi juga antar seluruh penyedia jasa. Untuk itu sangat diperlukan pembentukan forum komunikasi antar asosiasi Jasa Konstruksi di Kabupaten Kebumen. Ini mutlak penting, karena akan menaikkan posisi tawar rekanan di mata para pengguna jasa.

Visi dan persepsi inilah yang harus dimiliki dan dilakukan oleh para pengurus asosiasi, siapapun orangnya.

Itu kalau para rekanan ingin maju ke depan. Kalau tidak, ya terpulang kepada mereka sendiri pula, bagaimana mau memperbaiki keadaan ini.

Ditulis oleh : H. DIRGOYUSWO

About Suhar

NAUFAL FIKRI, nama asli pemberian orang tuaku. Aku lahir di Kebumen, dari ibuku yang asli kampung Bojong Panjer Kebumen. Bapakku asli wong ndeso dari kampung Bulugantung, Peniron, Kebumen. Perpaduan asal Bapak Ibuku mudah-mudahan bisa membawa aku menjadi pribadi yang bisa memadukan nilai-nilai positif dari kota dan desa. Sederhana, jujur dan berwawasan.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s