Suasana resepsi

Suasana resepsi

Road To Semarang

Sesuai hasil rapat kordinasi hari Kamis 8 Januari 2009, rombongan Gapensi Kab. Kebumen dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berangkat pagi untuk mempersiapkan segala sesuatunya di Semarang, terutama menyangkut pendaftaran ulang dan mempersiapkan penginapan. Sedangkan rombongan tahap kedua berangkat setelah sholat Jum’at dengan dikomandoi langsung oleh Ketua BPC Gapensi.

Rombongan pagi berangkat jam 09.30 pagi menggunakan 2 mobil. Saya, Pak Supri, Mas Larso dengan menumpang Nissan Terrano milik Pak H. Ayub yang disopiri sendiri oleh putranya, Mas Tursino. Mobil kedua disopiri Mas Yuma bersama Yoso, Anwar dan Kasidin. Sempat berhenti di alun-alun kota Magelang untuk sholat Jumat dan diteruskan dalam kondisi hujan. Setelah makan siang di RM Lestari Secang, kami meneruskan perjalanan dan sampai Diklat Srondol pada pukul 14.20 WIB.

Setelah registrasi, kami langsung diantar oleh Mba Heni menuju Wisma Sumbing III Lantai 2, tempat kami akan menginap. Gapensi Kebumen memesan 20 kamar, tetapi sampai hari terakhir masih 3 kamar yang tidak terisi yaitu kamar untuk Pak Gatot Amir, untuk H. Karnain dan kamar untuk Mas Herwin. Rombongan kedua menyusul dan sampai setelah habis Maghrib.

Berturut-turut adalah mobil P. H. Ris yang ditumpangi H. Ris beserta ibu, Ir. Masngudin beserta ibu dan putrinya serta Tuti dan 2 temannya. Menyusul mobil Mas Wawi beserta keluarga, Mobil Mas Nawar beserta 2 anaknya, mas Budi dan Pak Djoko, Mobil H. Soedasis beserta Mbah H. Sukirman, Mobil Mas Hendra beserta Dawir dan Faisol, Ketua beserta Ibu, dan Mobil Bu Ning beserta Pak Joko.

Acara resepsi

Acara resepsi dimulai pukul 20.00 WIB sehingga cukup waktu bagi rombongan untuk beristirahat. Bertempat di gedung pertemuan, acara yang disebut sebagai ”Silaturahmi Keluarga Besar Gapensi se – Jawa Tengah” berlangsung cukup meriah. Dimulai dengan acara makan malam bersama yang diikuti oleh lebih dari 1500 orang, acara dilanjutkan dengan seremonial di dalam gedung. Karena yang hadir melebihi kapasitas gedung maka pengunjung tidak tertampung semua dan lebih banyak yang bersantai di luar. Pejabat yang hadir antara lain Gubernur Bibit Waluyo, Menteri Pekerjaan Umum, dan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Selain itu hadir Duta Besar PBB Lingkungan Hidup Erna Witoelar, Ketua Umum BPP Gapensi Ir. Suharsojo serta tamu undangan lain.

Selain sambutan-sambutan, juga dilakukan pemotongan tumpeng HUT Gapensi, Tauziah dan dimeriahkan juga dengan tari-tarian dari sanggar tari Suryo Sumirat serta paduan suara dari BPC Gapensi Kabupaten Cilacap.

Pukul 10 malam sebelum acara selesai, kami meninggalkan gedung. Berkeliling melihat-lihat stand pameran dan kembali ke penginapan. Tidur.

Acara hari kedua

Hari Sabtu, 10 Januari 2009, ketika waktu masih menunjukkan sekitar pukul 04.30, kami sudah bersiap mengikuti apel pagi. Sebelum ke lapangan, kami menikmati hidangan ringan pagi yang disediakan Panitia. Untuk urusan snak dan makan, pokoknya turah-turah! Thanks seksi konsumsi.. snack pagi

Ketika kami sampai di lapangan, ternyata belum ada kontingen yang hadir. Masih sepi kecuali group barongsai dari Yon Arhanudse Kodam IV/Diponegoro yang telah bersiap menjadi cucuk lampah acara jalan sehat. Acara pagi itu adalah senam pagi bersama dilanjutkan dengan jalan sehat sejauh sekitar 3 km. Setelah jalan sehat acara dilanjutkan dengan pemecahan rekor yang semula makan duren bareng makan lunpia terbanyak dalam tempat dan waktu yang bersamaan.

Rekor MURIDan akhirnya Gapensi berhasil memecahkan rekor dan tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar dan diikuti oleh pejabat lain seperti Ketua BPP Gapensi, Ketua Umum BPD Gapensi Jateng, Ketua LPJK D Jateng, Anggota DPD sekaligus tokoh Gapensi Ir. H. Budi Santoso. Secara simbolis juga diserahkan bibit pohon kepada masing-masing BPC dengan harapan agar BPC langsung menindaklanjuti gerakan menanam 5 juta pohon di tingkat daerah. Penanaman BibitBersambung…

About Suhar

NAUFAL FIKRI, nama asli pemberian orang tuaku. Aku lahir di Kebumen, dari ibuku yang asli kampung Bojong Panjer Kebumen. Bapakku asli wong ndeso dari kampung Bulugantung, Peniron, Kebumen. Perpaduan asal Bapak Ibuku mudah-mudahan bisa membawa aku menjadi pribadi yang bisa memadukan nilai-nilai positif dari kota dan desa. Sederhana, jujur dan berwawasan.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s