Hari terakhir

Pagi-pagi, ketika mata masih sangat berat karena kantuk, kami sudah harus bersiap. Kebetulan Kebumen masih menyisakan lomba volley, yang secara gratisan bisa masuk semifinal. Lawan yang kita hadapi adalah BPC Gapensi Kabupaten Semarang. Dan lewat pertarungan 2 set, kita langsung kalah secara meyakinkan. Hehe..

tahu gimbal makanan khas semarang

Selesai volley, kita bersantai sambil makan tahu gimbal, makanan khas Semarang kayaknya. Habis itu, kami kembali ke Wisma, melakukan persiapan pulang. Seluruh barang kita kemas dan dimasukkan ke mobil.

Sementara, acara penutupan sudah dimulai dari jam 10 pagi. Dimulai acara makan bersama, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba-lomba, pembagian hadiah, dan pembagian door prize. Ada yang menarik saat pengumuman pemenang lomba, beberapa kontingen seperti sengaja tidak hadir sebagai bentuk protes. Seperti Gapensi Kabupaten mBlora yang kecewa pada perlombaan tarik tambang. Bahkan pada saat pengumuman pemenang lomba paduan suara, hampir semua yang hadir meneriakkan suara-suara ketidakpuasan saat tim paduan suara Gapensi kota Semarang dinobatkan sebagai juara. Ah malunya kalau punya rasa malu..
Bahkan Ketua Umum BPD secara tiba-tiba menyampaikan Gapensi Kabupaten Cilacap sebagai juara favorit tanpa hadiah dan ucapan selamat.
Ah, subyektifitas ternyata masih juga terjadi diajang yang konon acara silaturahmi ini..

Sayonara

cari-durenJam 3 acara penutupan selesai. Kami langsung meninggalkan Semarang ketika masih hujan. Sempat berhenti di nJambu untuk makan dan beli duren, mampir di Secang beli oleh-oleh dan berhenti di alun-alun Purworejo untuk Maghriban dan makan malam. Akhirnya kami tiba dengan selamat di Kebumen jam 8 malam.

********

Usulan

  1. Demi menghindari persaingan yang kurang sehat dan melenceng dari tujuannya, mungkin lebih baik jika acara Ulang Tahun di isi menjadi acara permainan saja seperti paint ball, outband, lomba makan kerupuk dll.
  2. Pertandingan bola volley diganti saja seperti saat di Baturaden dengan memakai bola plastik. Kecenderungan sekarang, kontingen lebih memakai segala cara termasuk menyewa pemain demi sebuah kemenangan.
  3. Lomba tarik tambang juga tidak usah diadakan saja, bikin capek!
  4. Desain seragam kontingen sebaiknya dibuat sama sehingga tidak coreng moreng saat kumpul di lapangan. Apalagi seperti Kebumen kan malu karena seragamnya jelek. Hehe
  5. Panitia mesti minta maaf pada kontingen cabang karena telah membohongi pemecahan rekor makan duren. Tiwas kemlecer je.. hehe..
  6. Yang jualan kaos dari keluarga karyawan Gapensi, besok kalau mau jualan lagi mesti disortir dulu kualitasnya. Kaos yang saya beli ternyata rusak. Hiks..hiks.

Ucapan terima kasih

  1. Thanks to Mba Heni yang sudah mondar mandir menjadi penghubung kontingen Kebumen. Pasti sangat capek jalan bolak-balik puluhan kali. Kasihan deh..
  2. Thanks to seksi konsumsi kami taunya Mba gendut. Hihi maaf.. yang telah dengan keibuan mencari solusi ketika kehabisan makan pagi..
  3. Foto ArtisThanks to Mba Heni dan Mba Ida yang sudah mau berfoto bareng. Ini fotonya. Mesra kan? hehe

    mohon maaf jika ada pihak2 yg merasa dirugikan dengan beredarnya foto ini

    mohon maaf jika ada pihak2 yg merasa dirugikan dengan beredarnya foto ini

About Suhar

NAUFAL FIKRI, nama asli pemberian orang tuaku. Aku lahir di Kebumen, dari ibuku yang asli kampung Bojong Panjer Kebumen. Bapakku asli wong ndeso dari kampung Bulugantung, Peniron, Kebumen. Perpaduan asal Bapak Ibuku mudah-mudahan bisa membawa aku menjadi pribadi yang bisa memadukan nilai-nilai positif dari kota dan desa. Sederhana, jujur dan berwawasan.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s